Deteksi Gejala Dini Depresi Menggunakan Aplikasi Smartphone

Masih banyak orang yang belum bisa bersedia terbuka dengan gangguan kejiwaan dalam diri mereka tersebut. Apalagi jika harus berhubungan dengan gejala yang menyebabkan depresi. Menghubungi psikiater atau juga dokter jiwa bukanlah sebuah solusi yang terpikirkan karena stigma negatif yang akan diberikan masyarakat luas bahwa hanya mereka yang memiliki gangguan kejiwaan yang mendapatkan perawatan dari psikiater.

Teknologi memang belum bisa memberikan solusi kejiwaan yang sama kualitasnya dengan kehadiran orang terkasih, seorang psikiater ataupun psikolog profesional.

Perawatan Instan Dengan Aplikasi Mobile
Namun, bagaimana jika kita bisa mendapatkan perawatan kejiwaan ‘instant’ dari sebuah aplikasi pada mobile? Code Blue adalah sebuah aplikasi yang bertindak sebagai suatu tombol panik instan yang menghubungkan orang dengan orang yang mereka kasihi ketika membutuhkan bantuan. Dalam aplikasi, pengguna dapat memasukkan rincian kontak dari mereka yang mengetahui bahwa si pemilik menderita depresi sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk meminta bantuan jika suatu saat orang tersebut merasa buruk atau juga ingin melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri.

Code Blue mencoba memberikan solusi itu karena mengetahui jumlah penderita gejala depresi ringan hingga berat banyak yang tak terdeteksi. Jumlahnya ditaksir mencapai 350 juta jiwa! Mereka menderita depresi akibat berbagai faktor pemicu, dariperundungan (bullying) hingga masalah mental lainnya.

Aplikasi unik tersebut dikembangkan oleh Developer SocialCode dari Selandia Baru. Awalnya, mereka mendesainnya sebagai alat pemberitahu adanya gangguan emosional dalam diri mereka yang telah menyadari bahwa ada gejala depresi dalam dirinya.

Para pengguna palikasi tidak harus mengetik pesan jika mereka ingin mendapatkan bantuan dari orang-orang terkasih. Hanya ada sebuah tombol yang harus ditekan agar ia bisa mendapatkan bantuan lebih cepat di saat kritis. Notifikasi yang dikirimkan juga akan memuat lokasi GPS dari ponsel si pengguna.

Dari situlah, keluarga ataupun orang yang dianggap terdekat secara emosional dapat memulai interaksi dengan mengirimkan pesan teks atau menelepon atau melakukan kunjungan langsung.

Please follow and like us:
error